Pages

Minggu, 11 Desember 2011

General Electric Pindah Usaha ke Panel Surya

Di tengah pesimisme Amerika Serikat bahwa mereka tidak akan bisa bersaing dengan China dalam membuat panel surya, perusahaan elektronik terbesar di AS General Electric (GE) melakukan hal sebaliknya.

GE mengumumkan bahwa mereka secara resmi telah memfokuskan bisnis mereka ke manufaktur panel surya dengan membangun fasilitas berkapasitas 400 MW di Aurora, Colorado. 

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa pembangkit listrik tersebut akan menyediakan 350 lapangan pekerjan di Colorado dan akan mulai memproduksi panel surya dengan film tipis cadmium tellurise pada 2012 mendatang.


Fasilitas ini akan menjadi yang terbesar dari semua fasilitas pembangkit listrik panel surya milik Amerika. Bahkan lebih besar dari FirstSolar yang beroperasi di Malaysia dan Solar Frontier yang baru membangun hal yang sama di Jepang.

Keputusan GE melegakan industri panel surya AS yang sebelumnya sempat ambruk setelah Solyandra mengalami kebangkrutan. Strategis teknologi terbarukan GE Matt Guyette mengatakan bahwa mereka akan belajar dari kesalahan Solyandra yang salah dalam menerapkan struktur biaya.

GE mengaku sudah mengamati bisnis manufaktur panel surya selama 10 tahun sebelum akhirnya benar-benar terjun ke bisnis tersebut. Diketahui sebelumnya, GE telah menanamkan investasi pada teknologi tenaga surya, terutama di eSolar.

Awal tahun ini GE telah mengakusisi PrimeStar yang teknologi film tipisnya diproduksi National Renewable Energy Laboratory (NREL) di Colorado. 

Ternyata GE tidak hanya menjalankan bisnis teknologi tenaga surya tetapi juga bisnis teknologi tenaga angin. Bahkan sudah cukup sukses sehingga Guyette mengatakan bahwa mereka akan membawa bisnis panel suryanya agar sebanding dengan nilai bisnis tenaga angin mereka yang sudah mencapai US$ 6 miliar. Sejauh ini GE telah menghasilkan 27 GW energi dari sumber energi terbarukan. 

Produk panel surya mereka yang ditargetkan akan memberi efesiensi hingga 14 persen, akan hadir di pasar komersial pada 2013. Guyette mengatakan bahwa mereka percaya diri dalam bersaing dengan China di tengah tumbuhnya pasar teknologi energi terbarukan terutama di Eropa dan Asia.

0 komentar:

Posting Komentar

 

©2009 Adoe Aduen | by TNB